Dari rumah dah mangat-mangat mo ke kantor, lirik ke kaca bentar memastikan dah rapi pa nggak, trus mastiin juga nggak da iler yang nangkring di pipiku, malu dunk, maniez2 koq ileran (duh…berasa maniez ne, jadi nggak enak ati). Nggak lupa pake minyak wangi biar harum en baca doa sebelum pergi biar segala sesuatunya berjalan dengan baik. Langkah kanan of course, hup…hup..hup… jalan dengan semangat `45 sampai ke jalan Iskandar Muda. Celingak-celinguk nungguin angkot koq lom nongol2. Wajahku langsung sumringah begitu ngeliat angkot Rahayu menuju arahku, langsung ku lambaikan tanganku en angkot pun berhenti.
Aku pun duduk berdempetan dengan anak-anak sekolah yang mau berangkat sekolah. Suasana masih nyaman, udara masih segar sampai seseorang lelaki yang memegang sepuntung rokok di tangannya. Posisi duduk di tengah, asap menyebar ke segala arah, tak pelak ke arahku juga yang duduk di depannya. Asap menyapu lembut wajahku dan membuatku terbatuk-batuk. Ku perhatikan dengan geram lelaki yang ada di depanku sambil mengibas-ngibaskan tanganku yang berusaha mengusir asap yang masih saja menggodaku (pake majas personifikasi biar tambah oks) berharap dia akan mengerti dan mematikan rokoknya. Lelaki tadi hanya sedikit menjauhkan posisi tantannya dan mengisap lagi rokok di tangannya tanpa perduli orang sekitar yang jengah melihat tingkahnya. Akhirnya aku sampai dengan selamat ke kantor tapi dengan aroma rokok yang mendarat mulus di setiap helai pakaianku. Aroma parfum yang ku pakai kini tak tercium lagi… Benci… aku benci aroma ini.. aroma rokok yang memuakkanku…
Ini adalah sepenggal kisah yang terjadi mungkin bukan hanya pada diriku tapi pada sekian banyak orang di dunia ini. Bete banget, pagi-pagi dah menghirup asap rokok yang dihembuskan para perokok yang tak pernah perduli dengan ketidaknyamanan orang2 di sekitarnya. Merasa merasakan nikmatnya tapi orang sekitar yang merasakan akibatnya. Menurut penelitian perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif itu sendiri (coba deh search di mbak google pasti banyak artikel yang membahas masalah ini). Seperti kata pepatah, “habis manis sepah dibuang” (weiks… nggak nyambung yah). So, para perokok, coba deh bayangin… saat kamu merokok di dalam angkot, penumpang pada dongkol dalam ati, merasa terdzolimi dengan kelakuan kamu, mudah2an kamu bisa lebih menahan diri untuk merokok di dalam angkot atau di mana pun tempat keramaian.
NB: merokok dapat menyebabkan impotensi, gangguan kehamilan dan janin.


