Fans Fiction : Secret

curcol:
Huaaaa… Anyyeong blogku.. mianhae.. *merasa bersalah karna dah lama gag ngeupdate*…
Tiba-tiba pengen publish hasil ep-ep pertamaku yang berhasil dibuat dengan segenap jiwa dan raga *lebay dah..*, hehehe.. Sebenarnya nie ep-ep baru tercipta waktu aku pengen ikutan kontes fan fiction di salah satu blog yang sering aku kunjungi “hallyucafe”. Tapi sayang, aku gag menang..
But it`s ok, karna akhirnya ep-epku di publish ma author di HC di Readers FanFic..
Karna nie karya pertamaku yang aku publish, so aku putusin ngeposting nie ep-ep dengan skrip aselinya di blog pribadiku, buat kenang-kenangan anak cucu..

cekidot..

PROLOG
Ketika ku katakan padamu aku mencintai pria itu, kau tak perlu meragukan ucapanku dan ketika ku katakan padamu aku mencintai pria yang satunya lagi, itu juga suatu kebenaran. Ah.. Kau boleh mengatakan aku ini perempuan yang serakah, jahat dan tak berperasaan atau apalah caci maki yang lain yang ada dibenak kalian, aku akan menerimanya. Aku hanyalah manusia biasa yang terjebak dalam dua cinta yang membuatku tak berdaya dalam pelukannya. I just know, they`re like an oxygen to me…

Kim Yoon Hee POV
“Aku peringatkan pada kalian semua.. Jangan ada yang berani mendekati, menggoda dan mengganggunya karna aku tidak akan mengampuni kalian.. Dia adalah yeoja chingu ku, Kim Yoon Hee adalah pacarku.. Arraseo?” ujarnya seraya memamerkan evil smirk nya dan menunjuk ke arahku, di depan semua mahasiswa baru saat Orientasi Kampus di mulai.
Mworago? Apa yang dilakukan pria evil itu. Kenapa dia membuatku malu di depan semua mahasiswa yang ada di kampus ini, semua orang kini melihat ke arahku dengan berbagai ekspresi.
“Yak..Yak.. Apa yang kau katakan Cho Kyuhyun.. Jangan lari, aku akan menghajarmu. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu..” jeritku kesal. Ku susul dia entah sampai mana, aku hanya fokus mengejarnya tanpa memperhatikan sekitar. Aku baru sadar kalau aku sekarang berada di kamar mandi pria saat mereka semua melihatku kaget.
“Aish!! Mianhaeyo.. Mianhae.. ,” ujarku malu seraya buru-buru keluar. Sontak wajahku merona merah, entah mau ku kemanakan wajahku saat ini. Ku tutupi wajahku dengan kedua tanganku. Sial.. semua gara-gara namja evil itu. “Yak… Cho Kyuhyun, aku akan membunuhmu kali ini!!“ jeritku geram.
Badanku baru terasa pegal saat aku merenggangkan tubuhku di kamar, tempat favoritku dari semua tempat yang ada di dalam rumahku. Mungkin karna di sinilah aku sering menghabiskan waktuku, sendiri atau bersama pria menyebalkan itu untuk bermain game. Yah, aku dan dia dijodohkan karna janji masa lalu yang disepakati orang tua kami. Ku pikir itu hanya alasan yang dibuat orang tuaku agar aku bisa melupakan namja yang sampai saat ini masih tersimpan di hatiku. Seorang Lee Jinki yang membuatku lupa bernafas saat berada di sampingnya. Cinta pertama yang membuat hidupku begitu indah sampai saat di mana dia menghilang tanpa sepatah kata pun. Aku sekarat… aku benar-benar sekarat saat itu. Tapi entahlah, aku tak bisa membencinya.. Saat aku melihatnya lagi beberapa hari ini, jantungku masih berdebar kencang sama seperti saat aku masih bersamanya, seperti candu yang tak bisa ku kendalikan..
“Yoon Hee~ya, ada yang mencarimu di luar?” jerit eomma dari luar kamar, membuyarkan lamunanku. Dengan malas ku langkahkan kakiku keluar. Langkahku terhenti saat ku lihat namja evil itu duduk di ruang tamuku. Kenapa dia masih berani menemuiku.. Ku pikir dia sudah bosan hidup..
“Yak.. Kenapa kau masih berani menemuiku Cho Kyuhyun,“ tanganku langsung refleks memukul kepala dan tubuhnya berkali kali. Aku benar-benar kesal dan ingin melampiaskan amarahku padanya.
“Aish… Apa (sakit)!! Kenapa kau memukulku seperti ini, apa kau ingin membunuhku?”
“Ne… Aku sangat ingin membunuhmu. Apa kau tahu malunya aku saat semua namja memandang wajahku dengan tatapan aneh ketika aku menerobos masuk ke kamar mandi. Mereka pasti berpikir aku ini yeoja genit dan tak tahu malu. Jadi karna itulah aku ingin membunuhmu.“
Namja itu buru-buru berlari ke dalam rumah. Tepatnya ke dapur dan bersembunyi di belakang eomma, meminta perlindungan darinya. Dia salah kalau berpikir aku akan melepaskannya kali ini..
“Yak.. Kyuhyun~a, jangan lari.. Aish, kenapa dia berani kabur lagi,”jeritku seraya mengejarnya yang berlari menuju dapur. “Eomma, serahkan dia padaku, aku akan membuat perhitungan dengannya,” ujarku pada eomma, dia hanya tersenyum melihat tingkah kami berdua.
“Eomma, tolong aku.. Putrimu ingin membunuhku, tolong selamatkan aku..” mohonnya manja.
“Yoon Hee~ya, sudahlah.. maafkan dia. Aku akan kehilangan satu putra kalau kau membunuhnya,” ledek eomma saat aku berusaha terus mengejarnya.
“Eomma.. sebenarnya siapa anakmu? Kenapa eomma malah melindunginya bukan membelaku.. Aigoo.. Kau sudah mengambil hati eommaku juga rupanya.”
Dia malah tersenyum lebar saat aku mendelikkan mata sipitku, membuat amarahku menguap seketika. Aku memang tak bisa berlama-lama marah padanya.
“Ara.. Ara.. Aku akan memaafkanmu tapi kau harus bernyanyi dan menari untukku.”
“ Mwo? Bernyanyi.. aku ahli dalam bidang itu, itu sesuatu yang mudah untukku. Kau ingin aku menyanyikan lagu apa?, ujarnya semangat. Seperti biasanya, dia sangat percaya diri akan kemampuannya itu. Dia salah mengira kalau aku akan memaafkannya semudah itu.
“ Kaja.. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”

Cho Kyuhyun POV
Aku pasrah saja kemana pun dia membawaku karna memang apa yang ku lakukan padanya tadi pagi pasti membuatnya malu. Sebenarnya aku tidak berniat seperti itu. Ku pikir dia tak akan mengikutiku saat aku masuk ke kamar mandi namja, ternyata dugaanku salah. Yeoja itu malah menerobos masuk tanpa melihat ke mana aku melarikan diri.. Aku tertawa geli saat mendengar dia menjerit dan meminta maaf dari balik pintu kamar mandi, membayangkan wajahnya pasti merona merah karna malu.
“Uhm.. kau harus menyanyi dan menari dengan memakai kostum ini,” ujarnya seraya tersenyum dan memberikanku sebuah bungkusan. Ku keluarkan isi bungkusan itu.. Aish, kenapa aku tidak berpikiran kalau dia akan merencanakan ini sejak awal. Dia ingin mempermalukanku. Aish, apa pun itu aku akan melakukannya. Sebenarnya bukan karna aku mengharapkan maafnya karna aku tahu dia pasti akan memaafkanku. Aku hanya ingin membuatnya tertawa karna beberapa hari ini dia terlihat murung. Entah apa yang sedang di pikirkannya..
Beberapa orang tertawa melihatku keluar dari kamar mandi tak terkecuali Yoon Hee, dia tertawa terbahak-bahak menahan geli. Tubuhku kini terbungkus tanktop, rok pendek dan wig lengkap dengan bando di kepalaku. Ku usahakan tetap tersenyum manis seraya melambaikan tanganku. “Omo..omo, kyeopta!!!”, samar-samar terdengar ucapan para yeoja yang melintas dan langsung menghentikan langkahnya. Aku adalah Cho Kyuhyun, tentu saja aku terlihat sangat kyeopta dalam pakaian apa pun. Aish.. bisa-bisanya aku berpikiran seperti itu dalam kondisi begini.. Sifat evilku ini memang belum ada obatnya.. Parah, bahkan ku pikir sangat parah…
“Lagu apa yang harus ku nyanyikan, Yoon Hee~ya?” tanyaku dengan mimik wajah genit.
“Gee.. Aku ingin kau menyanyikan lagu Gee dan menari meniru gaya mereka. Aish, kau terlihat sangat manis.. Kyeopta!!” ledeknya sambil menahan tawa. Ditekupkannya kedua tangan ke mulutnya, airmata sampai menyembul di sudut matanya.
Aku iseng melebarkan kemejaku di lantai, seakan-akan aku sedang melakukan pertunjukkan.
“Arraseo, aku akan menyanyikannya untukmu.. Kyuhyun in action!!!”
Dengan semangat ku nyanyikan lagu itu untuknya dan menggerakkan anggota tubuhku, membuat gerakan-gerakan yang memperlihatkan kepiawaianku menari. Dia terlihat sangat terhibur begitu juga dengan penonton yang lain, senyum tak lepas dari bibirnya sambil sesekali mengambil gambarku dengan handphonenya. Semua bertepuk tangan menyemangatiku dan melemparkan koin-koin..
“Bagaimana pertunjukkanku tadi? Apa kau terhibur dan aku di maafkan?” tanyaku saat kami duduk di salah satu bangku di taman sambil memakan ice cream yang ku beli dengan uang hasil pertunjukkanku tadi.
“Aku sangat terhibur dan tentu saja aku sudah memaafkanmu.. Kau memang sangat berbakat Kyuhyun~a, kau pantas menjadi selebritis dengan bakat menghiburmu itu,” ujarnya bersemangat, senyum tak lepas dari bibirnya. Dia sesekali tertawa saat melihat fotoku yang di ambil dengan kameranya tadi.
“Syukurlah kalau kau menyukainya. Kau terlihat lebih cantik jika tersenyum jadi jangan menunjukkan wajah murungmu itu lagi di hadapanku, Arraseo?”
“Aish, kapan aku murung? Aku baik-baik saja..”
“Apapun alasannya tetaplah jadi Yoon Hee yang aku kenal, jangan berubah..”
“Aigooo.. Ayo kita pulang sebelum kau bicara yang bukan-bukan lagi,” ujarnya mengalihkan pembicaraan, sepertinya saat ini dia tak ingin membahasnya denganku. Aku tak akan memaksanya bercerita, dia pasti akan mengatakannya padaku jika saatnya tiba. Aku akan menunggu itu..

Lee Jinki POV
Aku tak memiliki pilihan saat eomma mengatakan aku harus memutuskan Yoon Hee dan menerima Han Chae Rin. Eomma mengidap penyakit kelainan jantung dan saat ini hanya appa Chae Rin, dokter jantung terbaik di Korea, yang bisa mengobatinya sekaligus membiayai semua perawatannya. Semua itu dilakukannya demi membahagiakan putrinya yang sangat menyukaiku. Mungkin kalian berpikir aku pengecut atau apalah, tapi jika kalian seperti aku yang hanya memiliki eomma sebagai satu-satunya keluarga yang ada disisimu mungkin saja kau akan berpikir seperti aku. Mungkin saja..
Menghilang dan mencoba melupakannya.. Cara ini yang aku pilih untuk mengakhiri hubunganku dengan Yoon Hee. Aku tak sanggup jika harus mengatakan putus dengannya, memandang wajahnya saja akan membuat nyaliku ciut. Ku coba untuk bertahan dengan keadaan ini walau sesekali aku diam-diam memperhatikannya dari jauh. Dia terlihat begitu menderita, sama seperti aku. Aku sekarat.. dan aku butuh oksigenku untuk bisa bertahan..

Kim Yoon Hee POV
Ku seruput pelan cappucinoku sambil sesekali melihat keluar melalui kaca jendela yang ada disampingku yang mulai berembun, di luar hujan mengguyur bumi. Ku eratkan baju hangatku saat kurasakan dingin mulai menyusupi tubuhku. Ah.. Sudah beberapa jam aku duduk di salah satu sudut café ini, tapi seseorang yang aku tunggu belum juga datang. Jujur, ada rasa bersalah di hatiku setiap kali aku diam-diam bertemu dengan Jinki karna sebagian hatiku adalah milik Kyuhyun. Aku tak berbohong soal ini.. Dia lah namja yang membantuku bangkit saat Jinki pergi meninggalkanku. Tapi aku juga tak bisa membenci Jinki karna meninggalkanku, dia melakukan itu untuk seseorang yang sangat dia cintai dan hanya dia miliki di dunia ini.
Iseng, ku hembuskan nafasku ke kaca di sampingku dan menuliskan sesuatu di dinding kaca itu untuk mengusir kejenuhanku. Tanpa sadar aku membuat gambar hati dengan menuliskan namaku dan nama Kyuhyun di dalamnya. Senyum tersungging di bibirku.. Ku hapus dan ku ulangi hal yang sama, kali ini aku menuliskan nama Jinki dan namaku.
“ Nado saranghae..” ku rasakan seseorang memelukku dari belakang dan berbisik di telingaku, sepertinya dia membalas kata-kata yang ku tulis di kaca tadi. Aku membalikkan tubuhku, mendapatinya sedang tersenyum padaku. Ah.. aku suka sekali saat dia tersenyum, memacu aliran darahku semakin cepat menuju jantung. Pabo.. bisikku dalam hati. Aku memang sangat tergila-gila padanya..
“Apa kau lama menungguku? Mian.. tadi Chae Rin memaksaku untuk mengantarnya ke suatu tempat padahal aku sudah bersiap-siap menuju ke sini. Apa kau marah?”
“Uhm..,” jawabku singkat. “Aku tahu kau harus membagi waktumu dengannya, mungkin aku hanya belum terbiasa. Saat aku dengar kau bersamanya, itu membuat sedikit terluka,” sambungku jujur seraya melempar pandanganku ke luar kaca, berusaha mentolerir perasaan yang ada di hatiku. Junki membalikkan tubuhku ke arahnya, mengecup bibirku kilat dan memelukku. Hangat.. sangat hangat, aku seperti meleleh dalam dekapannya. Bisa kurasakan detak jantungnya di kupingku yang sama cepatnya dengan detak jantungku saat ini. Ku hirup aroma tubuhnya yang kini memenuhi rongga dadaku, aroma tubuh Lee Jinki yang khas..
“Aku lapar.. Aku ingin makan jjangmyun,” ujarku tiba-tiba seraya berdiri. Ku pikir aku harus mencari alasan untuk melepaskan pelukannya sebelum otakku mulai tak waras dan aku di telanjangi oleh imajinasiku sendiri.. Jinki tersenyum melihat wajahku yang merona merah..
“Hahaha.. Apa yang kau pikirkan hingga wajahmu merona merah seperti itu,” ledeknya sambil mengacak-acak anak rambutku.. “Kajja, aku akan mentraktirmu jjangmyun.”

Kyuhyun POV
“Yoon Hee~ya, kau ada dimana sekarang?”
“Aku sedang bersama temanku. Waeyo?” dia balik bertanya di ujung telpon.
“Ani. Hanya saja tiba-tiba aku merindukanmu.”
“Apa kau baik-baik saja? Aneh rasanya mendengarmu berkata seperti itu. Kau bukan namja yang gampang mengutarakan perasaanmu,” ejeknya setengah tertawa. “Arraseo.. Aku akan menemuimu di rumah setelah urusanku selesai.”
“Ne.. Aku akan menunggumu di rumah. Cepatlah kembali.. Ppali..”
Aish.. dia berbohong padaku. Aku bisa melihatnya dengan jelas dari tempat dudukku dengan siapa dia bertemu dan apa yang sedang mereka lakukan. Appo.. Rasanya seperti belati mengoyak hatiku dengan paksa saat aku melihat namja itu mengecup bibirnya, ku tahan kepalan tanganku yang semakin menguat. Ingin rasanya kutarik Yoon Hee dari pelukannya tapi urung ku lakukan saat aku melihatnya tersenyum bahagia. Ah.. senyum yang aku suka.. Sepertinya aku begitu tergila-gila padanya hingga aku mampu mentolerir pemandangan yang ada di hadapanku saat ini..

——-

“Syukurlah kau sudah bangun.. kenapa kau minum sebanyak ini?,” tanyanya seraya membantuku duduk di tempat tidurku dan merapikan anak rambutku yang berantakan.
“Kau sudah datang rupanya. Ani.. aku hanya ingin minum dan tanpa sadar sudah menghabiskan sebanyak ini, “ ku pegang kepalaku yang masih terasa sakit..
“Pabo.. ,.” serunya singkat, bibirnya sedikit mengerucut. “Minumlah ini, aku sudah menyiapkan teh madu untukmu, ku harap bisa membuatmu lebih baik,” ujarnya lagi sambil memberikan segelas teh madu padaku. Aku menghabiskannya hanya dengan sekali teguk. Dia tersenyum melihatnya. Ku tarik tangannya dengan cepat dan memeluknya. Dia hanya diam sesaat lalu mengeratkan pelukannya. Memberikan rasa nyaman yang luar biasa untukku. Dia tahu aku sangat membutuhkannya saat ini..
“Yoon Hee~ya.. Apa kau mencintaiku?” tanyaku tiba-tiba. Dia mendongakkan kepalanya dan tersenyum menatapku.
“Pabo.. Tentu saja aku mencintaimu Kyuhun~a. Kau adalah oksigen yang membuatku hidup dan bernafas. Terima kasih karna kau selalu di sisiku, menjadi bagian hidupku selama ini.”
Ku harap dia memang benar-benar mencintaiku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku jika dia pergi meninggalkanku, aku pasti akan mati perlahan-lahan. Jadi aku akan bertahan dan membiarkannya tetap berpikir aku tak mengetahui hubungannya dengan namja yang aku tahu adalah cinta pertamanya itu. Bagi sebagian orang, cinta pertama itu seperti permen karet, kita tak akan pernah bisa benar-benar menghilangkan bekasnya. Dan sepertinya itu juga berlaku untukku..
“Berjanji lah padaku kalau kau akan tetap disampingku.”
“Aku janji.. saranghae Kyuhyun~a …“
“Nado saranghae Yoon Hee~ya..” jawabku sembari menciumnya lembut dan dia pun membalas ciumanku.

Yoon Hee POV
“Kyuhyun~a, aku bosan. Bagaimana jika kita pergi menonton film. Ada film baru dan aku ingin melihatnya bersamamu,” rengekku sembari menggandeng tangan Kyuhyun dengan manja. Biasanya taktik ini selalu berhasil padanya.
“Aku malas keluar… bagaimana jika kita bertanding game saja di kamarmu. Aku semalam baru membeli game baru dan belum mencobanya. Aku ingin memainkannya denganmu karna kau partner ku yang paling tangguh,” rayunya seraya mengeluarkan semua game dari tasnya.
“Sirheo!!! Aku ingin nonton di bioskop. Yak.. kalau kau tak mau menemaniku aku akan mengajak namja lain yang mau menemaniku, “ jeritku, pipiku menggembung. Aku benar-benar ingin menonton film itu karna sejak kemarin Kyuhyun selalu menolak menemaniku pergi dan dia selalu berhasil membujukku untuk menemaninya bermain game.
“Arraseo.. Aku akan menemanimu pergi.”
“Jinjja?”, tanyaku tak percaya. Dia lebih memilih pergi denganku daripada bermain game.
“ Tapi kau harus janji, sepulang dari bioskop, kau harus menemaniku maen game sampai pagi. Kajja..” ujarnya sambil memamerkan evil smirk nya dan menarik tanganku pergi.
“Yak.. Sirheo!! lepaskan tanganku. Lebih baik aku pergi nonton sendiri.. Yak.. Cho Kyuhun.. Kau memang evil.. ,” jeritku sembari berusaha melepaskan pegangan tangannya. Sia-sia memang karna dia terlalu kuat untukku. Malam ini aku harus pasrah merelakan tidurku.
Film sudah dimulai dan lampu sudah dimatikan saat kami masuk ke dalam bioskop. Ku lirik tiketku dan duduk sesuai dengan nomor yang tertera di tempat duduk itu, Kyuhyun duduk di samping kiriku. Refleks aku menoleh ke kanan saat ku rasakan tiba-tiba seseorang memegang tanganku dan ternyata orang itu adalah Jinki. Kebetulan yang menyenangkan, bisikku dalam hati. Senyum menyembul di sudut bibirnya. Dia makin mempererat genggaman tangannya dan memainkan jarinya di atas telapak tanganku. Aku tertawa geli dengan ulahnya itu, Untunglah tawaku tersamar dengan tawa penonton yang juga geli melihat adegan di layar. Ku tarik tanganku, memberikan tanda bahwa dia harus berhenti melakukan itu. Aku tak mau Kyuhyun menyadarinya. Dia berhenti memainkan jarinya tapi tak urung untuk melepaskan tanganku. Ku biarkan saja. Pandanganku beralih karna tiba-tiba Kyuhyun juga meraih tanganku yang lain dan memegangnya erat. Dia meletakkannya di dadanya. Wajahnya masih menatap layar sembari tersenyum bahagia..
Jangan tanyakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku adalah yeoja yang paling bahagia di dunia karna saat ini aku berada di antara dua namja yang aku cintai. Di samping kananku adalah kekasihku sedangkan di samping kiriku calon suamiku.. Dan aku harap apa yang terjadi di antara kami tetap menjadi rahasia yang akan tersimpan sampai saatnya nanti..

EPILOG
Tak terasa musim semi tlah tiba. Semilir angin berhembus perlahan membelai dedaunan yang menari ke sana ke mari. Taman terlihat agak ramai sore itu. Seorang pria duduk di salah satu kursi taman yang terlihat lebih sepi daripada yang lainnya, mungkin karna letaknya yang kurang strategis. Dia nampak sibuk memainkan jarinya di PSP yang ada di depannya tanpa memperdulikan para gadis yang lalu lalang di depannya, berbisik-bisik mengagumi dirinya.
“Kyuhyun~a..,” sapa gadis itu. Bayangan dedaunan menutupi wajah cantiknya. Dia terlihat begitu memikat hanya dengan kaos dan jeans yang membalut tubuhnya. Pria itu langsung mendongakkan kepalanya, menatap yeoja yang berdiri di depannya lalu tersenyum.
“Akhirnya kau datang juga noona, aku sudah lama menunggumu. Untung aku membawa PSPku, kalau tidak aku akan mati bosan menunggumu,” ledeknya seraya memasukkan PSP ke dalam tasnya.
“Mianhae.. Tadi ada hal mendesak yang harus aku kerjakan hingga aku terlambat menemuimu. Karna kau sudah menungguku, sebagai gantinya aku akan mentraktirmu hari ini. Kau boleh makan apa pun yang kau mau,” bujuk gadis itu manja.
Sebuah sms masuk ke handphonenya membuat perhatiannya beralih. Pengirim yang tertera di handphone itu bernama My Lovely Yeobo. Perlahan dibacanya dalam hati isi sms itu.. “ Yeobo.. Saengil Chukhahae.. Aku sudah memasak makanan kesukaanmu. Cepatlah pulang, aku menunggumu.. Ppali. ”
Dia tersenyum membaca sms itu. Sepertinya itu dari seseorang yang begitu penting baginya karna dia langsung membalasnya dengan cepat. “Ne.. Setelah pekerjaanku selesai aku akan langsung pulang.. Saranghae Yoon Hee~ya..”
“Kyuhyun~a.. Siapa yang mengirimmu sms, kau terlihat begitu bahagia. Aku cemburu melihatnya.”
“Dari seseorang.. “ jawabnya singkat. “Kajja.. Victoria noona. Aku benar-benar lapar, jadi kau harus memastikan uangmu cukup untuk mentraktirku, “ ujarnya lagi. Mereka pun berjalan sambil berpegangan tangan dan menghilang di balik rindangnya pepohonan taman sore itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.